Kota Banjar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan STISIP Bina Putera Banjar dengan tema “Ancaman Artificial Intelligence (AI) pada Masa Depan SIREKAP.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025 di Aula KPU Kota Banjar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembelajaran mahasiswa pada Mata Kuliah Pembangunan Politik. Sebanyak 28 mahasiswa mengikuti kegiatan ini secara langsung.
Suasana kegiatan Sharing Session bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan STISIP Bina Putera Banjar. (KPU Kota Banjar/Fidhina Fina Dalila)
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik sekaligus sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan dan edukasi pemilu yang memadukan perspektif penyelenggara pemilu dan perspektif sivitas akademika pada perguruan tinggi. Diskusi ini diselenggarakan atas kesadaran bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, termasuk kecerdasan buatan, telah memberikan perubahan besar pada desain, mekanisme, cara dan proses teknik penyelenggaraan pemilu modern. Kehadiran teknologi pada satu sisi memberikan manfaat efisiensi, transparansi dan akurasi, namun pada sisi lain menghadirkan tantangan serius dalam hal keamanan digital, integritas data, dan legitimasi hasil pemilu.
Pentingnya Kesiapan Infrastruktur Digital dan Sumber Daya Manusia
Pemateri pertama, Ketua Divisi Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kota Banjar Muhammad Mukhlis memaparkan bahwa pemilu tidak lagi semata-mata berbicara mengenai kesiapan logistik di TPS, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital sebagai tulang punggung pengelolaan dan penyampaian data. KPU telah melakukan modernisasi sistem secara bertahap dan berkesinambungan untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi penghitungan suara, salah satunya melalui implementasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) dari pemilu ke pemilu. Sistem ini dikembangkan sebagai upaya menghadirkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekapitulasi suara, sekaligus sebagai bentuk transformasi digital dalam penyelenggaraan pemilu.
Ketua KPU Kota Banjar, Muhammad Mukhlis, menyampaikan sambutan dan materi sharing session (KPU Kota Banjar/Fidhina Fina Dalila)
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penerapan teknologi tidak boleh mengabaikan aspek kesiapan sumber daya manusia. Teknologi tidak dapat bekerja optimal apabila tidak diimbangi dengan kompetensi operator, kesiapan regulasi, serta koordinasi kelembagaan di tingkat nasional hingga daerah. Oleh karena itu, pendidikan pemilih berkelanjutan yang berfokus pada proses edukasi mengenai pemilu berbasis digital menjadi penting bagi publik, terutama bagi generasi muda yang menjadi garda terdepan (avant garde) penggunaan teknologi informasi dan produk digital.
Ancaman AI dan tantangan Keamanan Digital
Materi kedua disampaikan oleh Ketua Divisi Partisipasi Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Banjar Nurhasanah menyoroti ancaman keamanan digital dari sisi sosial dan politik. Perkembangan AI saat ini mampu meniru, memodifikasi, bahkan memanipulasi informasi secara cepat dan masif. Kondisi ini dapat memengaruhi persepsi publik terhadap hasil pemilu, bahkan berpotensi melemahkan legitimasi penyelenggaraan pemilu melalui penyebaran hoaxs dan disinformasi pemilu apabila tidak diantisipasi dan dimitigasi secara cepat dan tepat.
Beliau juga menyoroti fenomena arus disinformasi, hoaks, dan manipulasi konten politik yang sangat mungkin dilakukan dengan kecerdasan buatan. AI dapat digunakan untuk memproduksi bank konten palsu, menganalisis preferensi dan perilaku pemilih, bahkan memengaruhi perilaku politik warga melalui intervensi algoritma. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital pemilih melalui pendidikan pemilih berkelanjutan menjadi salah satu agenda besar dan strategis KPU untuk menjaga kualitas, akuntabilitas dan integritas demokrasi.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam diskusi mengenai pemilu digital merupakan bentuk nyata pendidikan pemilih berkelanjutan, terutama bagi kelompok pemilih pemula dan pemilih muda. Masyarakat perlu memahami bahwa pemilu tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi yang semakin kompleks, dan keterlibatan generasi muda dalam proses ini menjadi sangat penting.
Dimensi Teknis Penggunaan SIREKAP
Pemateri ketiga, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Banjar, Joko Nurhidayat memberikan penjelasan lebih teknis mengenai penggunaan SIREKAP. Sistem ini dirancang untuk membantu proses penghitungan suara di TPS agar lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau publik melalui informasi digital. Implementasi SIREKAP juga diharapkan dapat mengurangi risiko human error yang selama ini menjadi salah satu keluhan dan sumber serangan publik dalam proses penghitungan dan rekapitulasi hasil perolehan suara.
Namun demikian, beliau menegaskan bahwa sistem berbasis teknologi juga memiliki potensi ancaman apabila kecerdasan buatan disalahgunakan. AI dapat melakukan infiltrasi dan replikasi data dengan tujuan manipulasi data demi kepentingan user tertentu, pengubahan gambar dokumen C hasil, ataupun penyerangan sistem digital (cyber attack). Oleh karena itu, keamanan sistem pemilu menjadi isu nasional yang terus dibahas dan diperkuat melalui regulasi, kebijakan teknis, dan sistem pengawasan berlapis melalui teknologi block chain data suatu teknologi pertahanan untuk memperlambat laju serangan secara berlapis dan menyusun resistensi serangan secara massif dan sistemik terhadap infiltrasi dari luar.
Beliau juga menegaskan bahwa implementasi SIREKAP bukan hanya persoalan aplikasi, tetapi juga menyangkut kesiapan desain pemilu, verifikasi data, hingga sistem backup manual berjenjang yang harus selalu tersedia sebagai antisipasi yang berfungsi sebagai the lander of the last data atau berfungsi sebagai Disaster Recovery Plan (DRP). Sistem teknologi bukan menggantikan mekanisme teknis pemilu manual, tetapi hadir sebagai alat bantu yang melengkapi dan meningkatkan akurasi dan integritas proses pemilu.
Perspektif Akademik Pembangunan Politik
Paparan akademik disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STISIP Bina Putera Banjar, Resa Purnama, yang melihat AI sebagai fenomena revolusioner dalam penyelenggaraan pemerintahan dan demokrasi. Menurutnya, tantangan sistem pemilu digital bukan hanya soal teknologi, tetapi soal etika, regulasi, dan aspek tata kelola yang baik dan bersih (clean governance). Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan perspektif ilmiah, penelitian, dan kritik konstruktif terhadap perkembangan sistem pemilu modern.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas dan pengetahuan generasi muda tentang demokrasi digital, isu pemilu, serta keamanan data publik melalui program pendidikan pemilih berkelanjutan. Mahasiswa sebagai generasi intelektual menjadi aktor penting dalam menjaga kualitas pemilu dan keberlanjutan nilai demokrasi.
Diskusi Interaktif dan Respon Peserta
Kegiatan berjalan interaktif dan mendapatkan respon positif dari para mahasiswa. Diskusi berfokus pada berbagai pertanyaan mengenai pemanfaatan AI dalam pemilu, ancaman cyber security potensi intervensi digital, hingga penyalahgunaan teknologi untuk mempengaruhi opini publik. Peserta juga membahas kemungkinan lahirnya kebijakan baru yang lebih adaptif dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan.
Sesi diskusi dimoderatori oleh Denden Deni Hendri, Kasubbag Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Banjar sekaligus penulis buku “Argumentasi Kebijakan Uji Publik Calon Kepala Daerah.” Dalam penutupnya, beliau menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dipengaruhi oleh kekuatan teknologi, tetapi berpangkal dan bertumpu pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan, mengawasi, dan mengendalikan teknologi tersebut.
Komitmen KPU Kota Banjar
Melalui kegiatan ini, KPU Kota Banjar menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang edukasi, literasi politik, serta pengembangan pengetahuan mengenai tata kelola pemilu modern melalui pengarusutamaan program pendidikan pemilih berkelanjutan sebagai corong pembangunan infrastruktur politik menyosong pemilu berikutnya. KPU berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana penyampaian informasi kepada masyarakat, khususnya pemilih muda, mengenai urgensi menjaga integritas pemilu di era demokrasi digital.
Penyerahan cendera mata oleh KPU Kota Banjar kepada STISIP Bina Putera Banjar (KPU Kota Banjar/Fidhina Fina Dalila)
KPU Kota Banjar berkomitmen untuk terus mendorong pemilu yang semakin transparan, inklusif, dan berintegritas, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan demokrasi ke depan. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara penyelenggara pemilu dan institusi akademik dalam membangun kualitas demokrasi yang lebih baik.
Selengkapnya